Emil Audero Tampil Gigih Meski Cremonese Takluk 0-3 dari AS Roma
ROMA, RIAUKU.COM - Penjaga gawang tim nasional Indonesia, Emil Audero, menjadi sorotan utama saat AS Roma menjamu Cremonese dalam lanjutan pekan ke-26 Serie A. Bertanding di Stadio Olimpico, Senin (23/2/2026) dini hari WIB, Roma meraih kemenangan meyakinkan 3-0. Namun di balik skor telak tersebut, peran Emil Audero di bawah mistar Cremonese menjadi cerita tersendiri.
Sejak peluit awal dibunyikan, Roma langsung mengambil kendali permainan. Aliran bola yang dimotori Lorenzo Pellegrini membuat lini pertahanan Cremonese dipaksa bekerja keras. Tekanan demi tekanan mengalir, memaksa Audero untuk terus waspada membaca arah serangan.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Pada babak pertama, dominasi Roma belum mampu membuahkan gol. Beberapa percobaan dari luar kotak penalti dan situasi bola mati masih belum tepat sasaran. Meski demikian, ancaman yang datang bertubi-tubi menunjukkan betapa sibuknya Audero mengatur barisan belakangnya. Ia beberapa kali keluar dari garis gawang untuk mengamankan umpan silang dan menenangkan rekan-rekannya.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Roma meningkat drastis. Pada menit ke-54, Donyel Malen melepaskan tembakan keras dari sudut sempit. Audero bereaksi cepat, menepis bola dengan kakinya dan menggagalkan peluang emas tuan rumah. Penyelamatan tersebut sempat membangkitkan semangat para pemain Cremonese.
Namun tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil bagi Roma pada menit ke-59. Dari sepak pojok Pellegrini, Bryan Cristante menyundul bola yang mengarah tajam ke sudut gawang. Audero sudah melompat dengan timing yang tepat, tetapi derasnya arah bola membuatnya tak kuasa mencegah gol pembuka.
Gol itu tak membuat Roma mengendurkan serangan. Justru, lini pertahanan Cremonese semakin tertekan. Audero kembali menunjukkan refleks apik saat menepis tembakan jarak dekat Evan Ndicka beberapa menit kemudian. Penjaga gawang berusia 29 tahun itu tampil sigap, memperlihatkan pengalaman dan ketenangannya di tengah gempuran.
Meski demikian, pada menit ke-77, Roma kembali memanfaatkan situasi sepak pojok. Bola yang dibelokkan di depan gawang membuat posisi Audero sulit. Ndicka sukses menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0. Kali ini, jarak yang terlalu dekat membuat reaksi secepat apa pun tak cukup untuk menyelamatkan gawangnya.
Cremonese sempat mencoba keluar dari tekanan. Peluang terbaik mereka hadir lewat pergerakan cepat Jamie Vardy, namun upaya tersebut mampu diamankan kiper Roma. Sementara itu, Audero tetap menjadi figur sentral di lini belakang timnya.
Menjelang akhir laga, Niccolo Pisilli memastikan kemenangan Roma melalui sepakan jarak dekat pada menit ke-86. Bola yang mengarah ke pojok bawah gawang tak mampu dijangkau Audero, menutup malam berat bagi Cremonese.
Meski kebobolan tiga gol, penampilan Audero tak sepenuhnya mencerminkan skor akhir. Ia mencatat sejumlah penyelamatan penting yang mencegah kekalahan lebih besar. Tanpa kontribusinya, Roma berpotensi mencetak gol lebih banyak.
Kemenangan ini mengantarkan Roma mengoleksi 50 poin dan bersaing di papan atas klasemen. Sementara Cremonese tertahan di posisi ke-16 dengan 24 angka. Bagi Audero, laga di Olimpico menjadi ujian ketahanan mental dan refleks—sebuah penampilan penuh dedikasi di tengah dominasi lawan.*03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar